Situs Judi Online Terpercaya
Bet Bola

Pertempuran sengit di Kazan Arena melahirkan gol terbanyak dalam satu laga babak 16 besar Piala Dunia sejak 1986

Pertarungan antara Prancis dan Argentina di fase knock-out pertama Piala Dunia 2018 bakal menjadi salah satu laga klasik sepanjang sejarah turnamen.

Betapa tidak, para penonton di Kazan Arena dan yang menyaksikan lewat televisi, gawai, ataupun layar besar di acara nonton bareng di berbagai belahan dunia dimanjakan oleh hujan gol yang tercipta dalam pertandingan Sabtu (30/6) ini.

Skuat Ayam Jantan dan Pasukan Tango silih berganti memimpin dan mengejar skor hingga akhirnya Prancis berhak mengenggam tiket perempat-final berkat kemenangan 4-3!

Konversi penalti dingin Antoine Griezmann, setelah Kylian Mbappe dilanggar Marcos Rojo, membuka keunggulan Prancis tidak sampai seperempat jam permainan berlangsung.

Duel epik tidak lengkap tanpa gol indah. Angel Di Maria mempersembahkannya berupa tembakan roket dari jarak 27,6 meter, terjauh di Piala Dunia 2018, untuk membawa Argentina menyamakan angka empat menit jelang turun istirahat.

Ogah kalah, Prancis punya gol cantik versi mereka sendiri. Sepakan voli Benjamin Parvard di menit ke-57 merobek jala Franco Armani yang menjadikan kedudukan imbang 2-2. Di antara sepasang aksi menawan Di Maria serta Parvard, Gabriel Mercado mencetak gol yang beda level keelokannya ibarat langit dan bumi.

Sang bek kanan bermaksud menghindar dari jalur tembakan Lionel Messi, tetapi secara kebetulan malah berada di posisi yang pas untuk membuat bola berbelok menipu Hugo Lloris.

Pertandingan ini berpuncak pada aksi solo seorang remaja 19 tahun bernama Mbappe. Kecepatan penyerang belia Paris Saint-Germain ini terlalu tinggi untuk bek-bek Argentina. Dalam jarak empat menit, Mbappe mengesahkan diri sebagai calon bintang besar dengan dua kali menjebol gawang La Albiceleste (64′ dan 68′).

Festival gol ternyata masih berlanjut sampai menit ketiga masa injury. Sergio Aguero yang entah kenapa dibangkucadangkan Jorge Sampaoli masuk di pertengahan babak kedua dan mengonversi assist Messi untuk menjaringkan gol hiburan Argentina.

Total tujuh gol di Kazan Arena menjadi yang terbanyak dalam satu laga fase 16 besar Piala Dunia sejak edisi 1986.

Tiga puluh dua tahun lampau, Belgia melewati adangan Uni Soviet untuk merebut tiket perempat-final, juga dengan skor 4-3. Bedanya, partai ini “cuma” melahirkan empat gol di waktu normal, sementara tiga lainnya baru tercipta pada extra time.

Situs Judi Online Terpercaya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *