PSG Menang Telak Atas Bayern Munich Berkat Kolaborasi Edinson Cavani dan Neymar

Gianluca Vialli meyakini Paris Saint-Germain takkan berjaya di Eropa karena tak ada harmoni di dalam skuatnya.

Edinson Cavani dan Neymar kembali mesra saat kolaborasinya mengantarkan Paris saint-Germain menang telak atas Bayern Munich, 3-0, di Liga Champions yang dihelat di Parc des Princes.

Pasangan ini sempat dirundung isu tidak sedap, yakin adanya ketidakharmonisan antara keduanya sebagai buntut dari momen rebutan penalti saat tim bentrok dengan Olympique Lyon, di mana laga itu berakhir kemenangan bagi Les Parisiens 2-0. Akan tetapi, kini keduanya terlihat berkombinasi dengan solid untuk mengantarkan laskar Unai Emery menghancurkan jawara Jerman dalam matchday 2 Grup B.

Pelatih Bayern Carlo Ancelotti kembali ke klub lamanya ini untuk pertama kalinya sejak menghadirkan gelar juara pada musim 2012/13. Sang juru taktik harus mengernyitkan dahi ketika Dani Alves mencetak gol kilat saat usia pertandingan baru menyentuh dua menit.

Cavani lalu membuat keunggulan dobel bagi PSG saat setengah jam laga berlalu, yang merupakan gol kesepuluh Cavani. Neymar kian memperparah situasi Bayern ketika aksinya dari jarak dekat saat laga menginjak sejam berbuah gol ketiga.

Hasil positif ini merupakan respons dari penampilan mengecewakan PSG saat ditahan Montpellier di laga terakhir Ligue 1 Prancis. Namun menghadapi salah satu raksasa terbaik Eropa, laskar Emery justru berhasil meruntuhkannya dengan permainan attacking football.

Dengan demikian, klub Paris mendulang dua kemenangan beruntun setelah pada matchday pembuka mereka sukses menghancurkan Celtic lima gol tanpa respons. Praktis, takhta Grup B pun saat ini dikuasai PSG.

Ada pun Ancelotti, hanya mencatatkan tiga kemenangan dari enam pertandingan terakhir dan Sabtu nanti mereka bakal melawat ke Hertha Berlin untuk melanjutkan petualangan di Bundesliga Jerman.

Bayern terkejut. Laga baru berumumr dua menit, gawang mereka jebol. Neymar mendribel bola menuju ujung kotak penalti Bayern, di mana dia lalu menemui Alves, yang menyambutnya dengan tendangan datar melewati kedua kaki Sven Ulreich.

Neymar hampi membuat keunggulan PSG jadi dobel andai penyelesaian akhirnya bisa lebih dingin saat dia tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Ulreich pada menit ke-21.

Setengah jam laga berjalan, giliran Cavani unjuk gigi. Berawal ketika Kylian Mbappe menguasai bola di kotak penalti tim tamu, si youngster lalu menyodorkannya pada Cavani, yang mengempaskannya dengan kencang dan skor pun berubah, 2-0.

Di paruh kedua, Bayern memasukkan Kingsley Coman, yang menambah daya gedor lini depan skuat Bavarian. Tak lama, Sebastian Rudy mendapatkan momentum untuk melepas tembakan ambisius di menit ke-56. Namun, Alphonse Areola membuat penyelamatan gemilang.

Tujuh menit berikutnya, Alves membagi kepada Mbappe, yang lantas menunjukkan skill aduhainya dengan mengecoh David Alaba dan menendang bola. Namun, mengenai badan Martinez dan Neymar pan mengoptimalkannya untuk menceploskan gol ketiga.

Arturo Vidal sempat memperkecil keadaan saat sentuhan dia, melanjutkan free-kick yang dieksekusi Lewandowski, bersarang ke gawang PSG. Tapi wasit menganulirnya karena sang gelandang berada di posisi offside.

Kategori: UEFA Champions League

Kata kunci: ,,,

Tinggalkan balasasn

Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Catatan