Kisah Perjuangan Ferguson Demi De Gea

Mantan pelatih kiper Manchester United membeberkan rahasia Ferguson ketika mendatangkan David De Gea dari Atletico Madrid.

Eric Steele (mantan pelatih kiper MU) menceritakan, manajer legendaris Manchester United Sir Alex Ferguson pernah dua kali absen memimpin pertandingan timnya, yang pertama Ferguson absen saat menjadi saksi pernikahan anaknya pada tahun 2000.

Sedangkan yang kedua terjadi pada tahun 2011. Ketika itu, Ferguson mengambil keputusan yang sangat berani untuk memantau seorang kiper berusia 19 tahun daripada memimpin pertandingan MU, kiper yang dimaksud adalah David De Gea.

“Saya bergabung dengan United pada tahun 2008 dan, sejak saat itu, kami harus bersiap jika Edwin Van Der Sar pensiun. Saya yakin bahwa De Gea yang kala itu berusia 19 tahun adalah orang yang tepat untuk menggantikannya,” kata Steele, dilansir dari Daily Mail.

“Saya menunjukkan kompilasi DVD berdurasi tiga menit kepada Sir Alex dan kemudian kami pergi untuk menyaksikannya pertandingan Atletico Madrid di Valencia, pada malam yang sama MU bermain melawan Scunthorpe di Piala Liga,” lanjutnya.
Steele mengatakan, Ferguson tak butuh waktu lama untuk mengambil keputusan. Tak sampai pertandingan berakhir, manajer asal Skotlandia itu memutuskan untuk meminang De Gea.

“Sir Alex tahu bahwa dia (De Gea) adalah penandatanganan yang tepat dalam waktu 65 menit. David menunjukkan ketenangan, konsentrasi dan reflek-reflek yang luar biasa di Valencia,” ucap pelatih kiper yang meninggalkan MU pada 2013.

MU harus mengeluarkan mahar sebesar 17 juta pound sterling kepada Atletico Madrid untuk mendapatkan De Gea. Itu merupakan kali pertama Ferguson meminta MU mengeluarkan banyak uang untuk membeli pemain muda yang berposisi sebagai kiper.

“Mendatangkan David merupakan keputusan yang berani untuk menggelontorkan dana £17 juta untuk kiper 19 tahun. Untuk pemain muda di luar posisi kiper bagi Sir Alex sudah biasa, tapi ini adalah pertama kalinya dia melakukannya untuk seorang kiper.” ujar Steele.
Di awal kedatangannya, De Gea mendapat banyak cemoohan. Banyak yang menyebut tubuh kurusnya saat masih muda tidak mampu menahan kerasnya atmosfer pertandingan Liga Inggris.

“Orang-orang mentertawakan David secara fisik tapi kami tidak pernah mengubah program kami untuk memperbaikinya. Kami tahu kekuatannya. Sir Alex dan saya mendorongnya sepanjang waktu. Sir Alex tidak pernah mengkritik, meneriaki, atau menjatuhkannya, tidak sama sekali,” ucapnya.

Kesabaran Ferguson dan Steele mendidik De Gea tak sia-sia. Pada Sabtu (2/12/2017), De Gea menjadi man of the match saat MU menang 3-1 atas Arsenal di Emirates Stadium dalam lanjutan Liga Inggris.

Menariknya, De Gea menciptakan rekor baru di Liga Inggris. Kiper kelahiran Madrid, Spanyol itu melakukan 14 penyelamatan dalam satu pertandingan Liga Inggris.
“Lihatlah David sekarang! Kualitasnya yang luar biasa selalu menjanjikan ketenangan dan pada Sabtu malam, di tengah semua kekacauan di kotak penalti, dia menunjukkan ketenangan. Dia adalah orang yang paling tenang di lapangan,” ujar Steele.”Dia membuat berbagai penyelamatan, dia mendominasi area penalti. Dia sekarang menjadi kiper terbaik di dunia. Dia mirip seperti Peter Schmeichel. Pikirkanlah: Peter bergabung dengan United pada usia 27, Edwin (van Der Sar) bergabung pada usia 35. David, di usia 27 tahun, baru memasuki puncak karirnya. Percayalah, dia hanya akan menjadi lebih baik,” ucap pria yang pernah menjadi pelatih kiper Manchester City itu.

Kategori: Premier League Inggris

Kata kunci: ,,,

Tinggalkan balasasn

Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Catatan