Buffon lagi-lagi mengukir milestone penting membawa Juventus menang di Monaco

Sepasang gol Gonzalo Higuain dan sepasang assist Dani Alves menjadi topik utama dalam kemenangan 2-0 Juventus atas tuan rumah AS Monaco di leg pertama semi-final Liga Champions, Kamis (4/5) dini hari WIB. Akan tetapi, skor meyakinkan itu barangkali tidak akan tercipta jika bukan Gianluigi Buffon yang berada di bawah mistar gawang Juve.

Kiper veteran Italia itu, tidak diragukan lagi, memainkan peran yang tak kalah vital dalam laga di Stade Louis II itu. Buffon sukses membendung serangan agresif Monaco, terutama di awal laga, dengan total mencatatkan lima penyelamatan untuk menjaga gawangnya tetap steril di sepanjang 90 menit.

 

Selepas laga, kiper 39 tahun ini justru mendapat lebih banyak pujian ketimbang Higuain, sang pemborong gol kemenangan. Mulai dari rekan setimnya, pelatih Massimiliano Allegri, hingga juru taktik lawan Leonardo Jardim sepakat jika Buffon-lah yang menjadi pembeda di partai tersebut.

“Performa top Gigi sudah jelas dan hampir selalu muncul dalam laga besar seperti ini. Ia adalah kiper terbaik di dunia dan telah menunjukkannya di laga ini,” sanjung Allegri. Ya, Buffon lagi-lagi membuktikan kualitasnya sebagai portiere yang masih mumpuni di usia uzur.

Penampilan gemilang Buffon kontra Monaco itu menghadirkan beragam catatan penting. Buffon kini telah mengukir 100 penampilan berseragam Bianconeri di Liga Champions dengan membuat 44 clean sheet. Ia menjadi orang Italia kedua, setelah legenda AC Milan Paolo Maldini, yang mampu menembus centurion penampilan di kompetisi elite Eropa itu.

Selain itu, Buffon juga mengukir clean sheet secara beruntun dalam lima partai Liga Champions, yang terbentang sejak babak 16 besar melawan Porto hingga berjumpa Monaco di semi-final. Termasuk di dalamnya sukses membuat trio penyerang maut Barcelona — Lionel Messi, Neymar, dan Luis Suarez — tak berkutik di dua leg perempat-final.

Itu belum termasuk tiga clean sheet yang diukir Buffon di fase grup, sehingga total Buffon mencatatkan delapan clean sheet dan bahkan hanya kebobolan dua gol di sepanjang musim ini! Menilik statistik tersebut, maka musim 2016/17 dipastikan menjadi musim terbaik Superman di Liga Champions yang telah dimulai sejak 1997 bersama Parma.

Kategori: UEFA Champions League

Kata kunci: ,,

Tinggalkan balasasn

Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Catatan